Sinergi Pusat-Daerah, Wamen UMKM Dukung Langkah Ahmad Luthfi Bawa 4,2 Juta Unit Usaha Jateng Tembus Pasar Global

Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza dan Ahmad Luthfi di Semarang
Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) saat menghadiri pembukaan Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome Undip, Semarang, Rabu (7/10/2026)/Foto: Istimewa.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza mengapresiasi langkah taktis Gubernur Ahmad Luthfi dalam membina 4,2 juta unit usaha di Jawa Tengah melalui program inklubator dan stimulus KUR.

ZONASIPRO.ID, SEMARANG – Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong pelaku usaha lokal menembus pasar internasional.

Langkah konkret ini terlihat dalam kolaborasi strategis pada ajang Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026).

Hadir langsung dalam acara tersebut, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza memberikan apresiasi atas peta jalan pembinaan yang diterapkan oleh Pemprov Jawa Tengah. Ia menilai, program inkubasi yang masif di Jateng sejalan dengan visi pusat dalam mempercepat penguatan struktur ekonomi nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa dari total 4,2 juta unit UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota, sekitar 97,95 persen di antaranya masih berstatus usaha mikro.

Di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global, transformasi menjadi harga mati.

“UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk,” tegas Luthfi di hadapan Wamen UMKM dan ratusan peserta yang hadir.

Hingga triwulan II tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jateng tercatat aktif membina 201.035 unit usaha dengan kontribusi aset mencapai Rp39,74 triliun serta perputaran omzet sebesar Rp70,74 triliun.

Akselerasi ini didukung penuh lewat program unggulan seperti Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap yang fokus pada pemanfaatan teknologi digital dan manajemen modern.

Guna mempercepat realisasi naik kelas tersebut, Pemprov Jateng juga menggandeng 27 lembaga inkubator wilayah Jateng-DIY serta memfasilitasi permodalan KUR berbunga ringan 6% melalui Bank Jateng.

Dukungan permodalan ini dinilai krusial untuk menstimulus gairah berwirausaha di kalangan generasi muda.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementarian UMKM, M Riza Damanik.

Pihaknya berharap bursa wirausaha yang mempertemukan pemangku kebijakan, lembaga keuangan, dan akademisi ini bisa menjadi percontohan nasional dalam mencetak wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing global. []